Rubrik

dikbud > pendidikan > Manusia Berkembang Komplementer


Kecerdasan Buatan

Manusia Berkembang Komplementer

JAKARTA, KOMPAS — Pemikiran bahwa manusia akan kalah segalanya oleh kecerdasan buatan sejauh ini masih spekulatif. Kemungkinan yang akan terjadi hubungan manusia dan kecerdasan buatan bersifat komplementer. Menyerahkan kehidupan sepenuhnya kepada teknologi juga merupakan tragedi.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Manusia Berkembang Komplementer

    Jakarta, Kompas Pemikiran bahwa manusia akan kalah segalanya oleh kecerdasan buatan sejauh ini masih spekulatif. Kemungkinan yang akan terjadi hubungan manusia dan kecerdasan buatan bersifat kompl

  • Selamat Tinggal CEO!

    Pimpinan puncak perusahaan atau CEO tak lagi direpotkan dengan keputusan bisnis yang rumit. Produk kecerdasan buatan akan menggantikan peran kalangan eksekutif perusahaan. Para CEO mungkin hanya akan

  • Kecerdasan Buatan Tidak Terelakkan

    JAKARTA, KOMPAS Sejak tahun lalu, penggunaan kecerdasan buatan di berbagai bidang makin masif. Hampir semua keputusan bergantung pada kecerdasan buatan. Dampak yang paling signifikan kebutuhan big

  • Kecerdasan Buatan untuk Masa Depan Dunia

    Berbekal informasi yang dikirim melalui telepon genggam mereka, petani di Negara Bagian Andhra Pradesh, India, menanam benih padi pada hari-hari terbaik sesuai rekomendasi dari Sowing Application ata

  • Menyikapi Kecerdasan Buatan

    Selama lima hari (1-6 Mei 2017), Kompas menyajikan ulasan tentang kehadiran, peran, dan ancaman dari teknologi kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan adalah sistem komputer yang mampu membantu kita m

  • Manusia Bertanya, Mesin Menjawab

    Zulfikar (25) senyum-senyum sendiri. Ia sedang bercakap-cakap dengan Vira melalui telepon selulernya. Semula pegawai kontrak sebuah perusahaan di Jakarta itu bertanya tentang saldo rekeningnya kepada

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas