Rubrik

polhuk > politik > Mengejar Cita-cita Hatta


MEMBACA INDONESIA

Mengejar Cita-cita Hatta

Menyaksikan suka-duka ayah tirinya sebagai seorang saudagar, Mohammad Hatta yang saat itu berusia 11 tahun sadar, ada yang salah dengan politik keuangan negara yang saat itu dikuasai Belanda. Pencerahan itu berujung pada cita-cita akan suatu negara merdeka yang mampu menjamin kemakmuran dan keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Selena yang Menggelegak

    Menyimak lagu-lagu Selena Gomez adalah petualangan menyelami kegalauan. Dia berbagi beban batin lewat lirik-lirik lagunya. Inilah yang membuat lagu-lagu Selena digemari sebab beban batin itu juga seri

  • Retrospeksi Kesenimanan Hoerijah Adam

    Saya ingin memulai tulisan ini dengan menuliskan poin-poin yang saya ingat atas peristiwa pertemuan saya dengan proyek film dokumenter tentang Hoerijah Adam yang sedang kami kerjakan sebagai bagian d

  • ”Raison D’être” KPK

    Menurut Kompas, 27 Juli 2016, ”Korupsi di Indonesia memburuk. Sebanyak 66,4 persen responden menilai korupsi di Indonesia meningkat dibandingkan dua tahun sebelumnya.” Mengapa harus begitu? Apakah si

  • Sentimen Lembaga Hambat Seleksi

    JAKARTA, KOMPAS Sebagian anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat mempertanyakan hasil kerja Panitia Seleksi Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu bentukan pemerintah. Prose

  • Daya Saing dan SDM

    Merosotnya indeks daya saing Indonesia kian menegaskan manifestasi dampak pengabaian pendidikan dan kesehatan pada penurunan daya saing ekonomi. Dalam Indeks Daya Saing Global (GCI) 2016-2017 yang

  • Merawat Harmoni Indonesia dan Islam

    Dalam dua bulan terakhir terdapat beberapa pernyataan/tulisan yang perlu mendapat perhatian atau tanggapan, berupa penegasan, penjelasan atau sedikit koreksi. Pertama, pernyataan sejumlah tokoh—terma

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas