Rubrik

polhuk > politik > Kejanggalan Warnai Persetujuan Hak Angket


Kejanggalan Warnai Persetujuan Hak Angket

Mahfud: Tak Ada Sanksi bagi KPK

JAKARTA, KOMPAS — Meski ditolak oleh publik, Dewan Perwakilan Rakyat tetap berkukuh menyetujui usulan hak angket terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi. Namun, pengambilan keputusan untuk menyetujui hak angket usulan Komisi III DPR itu diiringi sejumlah kejanggalan.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Tahun yang Bakal Bertambah Kelam

    Awan hitam pemberantasan korupsi menggelayut di langit Ibu Pertiwi sepanjang 2015. Pelemahan upaya pembasmian korupsi datang silih berganti. Penegak hukum dipersulit memberantas korupsi demi stabilita

  • Demokrasi Emosional

    Apakah DPR bersikukuh meneruskan hak angket terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi ketika suara-suara publik menolak keras? Apakah DPR tetap ngotot mencari celah agar panitia hak angket terbentuk mes

  • Membuat Jera Koruptor

    Sejak tahun 2004 hingga kuartal pertama 2015, 311 kasus dan tak kurang dari 460 residivis telah dieksekusi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Saat ini proses persidangan untuk kasus korupsi dengan pel

  • Pelemahan KPK Mendapat Kecaman

    Jakarta, Kompas Rencana revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi mendapat tentangan dari berbagai elemen masyarakat, Selasa (9/2/2016). Sebanyak 56.000 orang mengisi petisi online menentang

  • Dukung KPK, Seniman Gelar Aksi Melawan Korupsi

    JAKARTA, KOMPAS Dewan Kesenian Jakarta, Koalisi Seni Indonesia, Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki, dan 23 lembaga seni di Jakarta menggelar aksi Seni Melawan Korupsi, Kamis (5/3), di komple

  • Kehendak Politik Jadi Kunci

    Harian "Kompas" menggelar diskusi “KPK dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi“, Jumat (27/2), dengan pembicara mantan Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas; Saldi Isra dari Universitas Andalas; ko

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas