Rubrik

polhuk > politik > Demokrasi Indonesia Terancam


KEBANGSAAN

Demokrasi Indonesia Terancam

JAKARTA, KOMPAS — Maraknya isu sektarian dan politik identitas dalam Pilkada DKI 2017 merupakan kemunduran proses demokrasi di Indonesia. Negara pun dinilai tidak hadir secara optimal meredam kapitalisasi isu bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan yang mengancam persatuan bangsa.

Ingin membaca artikel selengkapnya?

Inilah alasan Anda sebaiknya berlangganan

KUNJUNGI KOMPAS KIOSK >

Dunia Baru Informasi Digital

+ Unlimited Website Access + Mobile & Tablet Apps + Exclusive Breaking News


Silakan login untuk mengakses artikel lengkapnya. Daftar dan dapatkan akses selama 7 hari untuk pengguna baru!

Baca Juga

  • Praktik Curang Pilkada Kita

    Ancaman terhadap proses demokrasi elektoral yang perlu mendapat perhatian adalah terjadinya kecurangan yang sengaja dilakukan untuk memenangkan calon tertentu.  Kecurangan (election fraud) terjadi tak

  • Paslon yang Tidak Hadir Debat Akan Kena Sanksi

    JAKARTA, KOMPAS Ketua Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta Sumarno menegaskan, semua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang mengikuti Pilkada DKI wajib menghadiri acara debat resmi yang diselen

  • Berjibaku dengan Kerasnya Para Birokrat Daerah

    Bukan persoalan mudah bagi perempuan berkiprah di jalur politik meski gaung emansipasi begitu kuat menggema. Realitas Tantangan yang mereka hadapi bukan sekadar masalah kekakuan birokrasi, tetapi j

  • Generasi Beda, Perilaku Sama

    Minimnya kehadiran anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada rapat-rapat parlemen kembali menjadi sorotan. Ironisnya, walau tak hadir secara fisik, mereka sering kali tetap tercatat di daftar hadir. Tidak

  • Desa Punya Cara, Negara Punya Aturan

    Hubungan antara negara dan desa tidak pernah cocok dan tuntas. Negara mengalami kesulitan membangun desa. Berbagai program pembangunan terus mengalir ke desa sejak 1970-an, tetapi seakan selalu pudar

  • Kerukunan Jadi Keharusan

    JAKARTA, KOMPAS Kekerasan bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan masih menjadi masalah yang berpotensi merusak kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, masyarakat, khususnya umat Kr

KOMENTAR

Ayo sampaikan pendapat Anda tentang artikel ini!
Login untuk submit komentar.

Kembali ke Atas