Rubrik

BERANDA > hiburan > cerpen

CERPEN

Akhir Perjalanan Gozo Yoshimasu   

Karya Emmy Go

Puluhan pemuda melangkah cepat sambil berteriak riuh menuju markas tentara Jepang di pojok jalan. Dengan bentangan tangannya, seseorang yang bertubuh besar menghentikan langkah para pemuda yang dibakar amarah itu. Lelaki bertubuh besar itu maju ke depan."Mana komandan kamu. Panggil dia. Kami datang untuk mengambil semua senjata yang kalian miliki,"...

Sekuntum Melati Ibu

Aku mengenal ibu sebagai perempuan yang ceria. Dia sering tertawa, meski aku tidak benar-benar mampu mengeja apakah karena gemar saja atau dia memang sedang bahagia. Satu hal yang...

Perihal Tanda-tanda

Aku selalu penasaran bagaimana nenekku bisa selalu benar tatkala menduga bahwa kematian akan datang pada suatu malam, pagi, siang, petang atau dini hari. Pertama kali aku...

Hikayat Rumah Lanting

"Kelak, apa yang aku kisahkan ini tinggal menjadi hikayat. Hikayat rumah lanting. Maka catatlah baik-baik setiap perkataan dan kisahku sebelum akhirnya nanti aku menutup mata, dan...

Nyonya Durina Mawarni

Nyonya Mawar  baru saja pergi. Kursi tempat duduknya masih panas ketika Pak Wa, suami Nyonya Durina Mawarni, memasuki ruangan dengan wajah sumringah. "Hai, Zul. Bagaimana rencana...

Lolong Kematian

Tangis, mungkin lebih tepat sebagai lolongan putriku tidak berhenti kendati pun kami sudah berusaha membujuknya untuk mencarikan seekor anak ayam, pengganti ayam peliharaannya yang...

Perempuan yang Memegang Tali Anjing

Perempuan itu selalu datang bersama seekor anjing pudel ke toko buku yang hanya buka pada hari Minggu. Ia menambatkan tali anjing di sebuah tiang besi di halaman toko, berbicara...

Sumur Gumuling

Di Sumur Gumuling itu, jarum arloji tak lagi menyimpan kecemasan didera waktu. Di sini, waktu telah istirah, rebah dalam pelukan sunyi yang perkasa.INDRA TRANGGONONamun, gemuruh...

Masa Lalu di Meja Makan

Frankfurt Oktober, diramaikan dedaunan yang bagaikan pemain sandiwara sibuk berganti pakaian warna-warni yang berubah-ubah. Angin bergurau dengan helai rambut yang tak tertutup...

Di Bawah Bayang-bayang Gunung Sinai

Di bawah matahari terik pagi aku berdiri di kaki piramida Gizeh yang mengerucut ke arah langit setinggi 147 meter. Dengan celana jins serta jaket kulit untuk menahan terpaan angin,...

 Orang yang Tak Bisa Berbohong

Siapa pun tahu, Dia tak bisa berbohong. Apa yang diomongkan selalu benar. Dan selalu tepat pada sasaran. Mangkanya, di kampung, jika ada persoalan penting dan membutuhkan orang...

  • 10
  • 30
  • 50
  • per halaman